FEB UMSurabaya Gelar ICONEMBA 2025, Dorong Kolaborasi Riset Global di Era Digital

  • Di Publikasikan Pada: 27 Nov 2025
  • Oleh: Admin

research

Surabaya, 27 November 2025 — Fakultas Ekonomi dan Bisnis menggelar International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting (ICONEMBA) secara daring melalui platform Zoom Meeting. Konferensi internasional ini mengusung tema “AI for Sustainable Transformation: Redefining Economies, Accounting, Management and Societies in the Digital Age at Business Transformation.”

Acara ini dibuka oleh Master of Ceremony dan dihadiri lebih dari 250 peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan delegasi dari berbagai institusi dalam maupun luar negeri. Konferensi bertujuan menjadi wadah pertukaran gagasan, publikasi ilmiah, dan diskusi ilmiah mengenai perkembangan ilmu ekonomi, manajemen, bisnis, dan akuntansi dalam era transformasi digital berbasis kecerdasan buatan. Dalam sesi pembukaan, sambutan disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Mochamad Mochklas, S.Si, M.M, mengapresiasi antusiasme peserta dan menegaskan bahwa konferensi ini merupakan bagian dari komitmen FEB dalam mendorong diseminasi ilmu pengetahuan serta memperluas jejaring akademik pada tingkat global. Ia juga menyoroti pentingnya etika dan keberlanjutan dalam implementasi kecerdasan buatan di sektor industri. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. dr. Muhammad Anas, Sp.OG, yang menekankan pentingnya kesiapan institusi pendidikan dalam menghadapi perubahan fundamental pada sektor ekonomi dan industri. Beliau menyampaikan bahwa kolaborasi internasional dan riset interdisipliner menjadi kunci untuk mengoptimalkan manfaat Artificial Intelligence bagi peningkatan daya saing bangsa.

Kegiatan berlangsung dengan pemaparan materi para keynote speakers, sesi presentasi paralel, dan diskusi ilmiah yang menghadirkan perspektif multidisipliner dari berbagai negara. Para pemakalah mempresentasikan hasil riset terkini terkait transformasi digital, strategi bisnis, pengembangan manajemen, inovasi ekonomi, serta sistem akuntansi modern.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Didin Fatihudin, SE., M.Si., CIRR (UM Surabaya, Indonesia) yang mengangkat tema “Digital Economic & Business Transformation in Between Opportunities & Challenges.” Ia menjelaskan bahwa perubahan model bisnis dan aktivitas ekonomi berbasis digital memberikan peluang besar untuk efisiensi dan inovasi, namun juga memunculkan tantangan serius seperti ketimpangan teknologi, disrupsi tenaga kerja, dan isu keamanan data. Prof. Didin menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dan kebijakan ekonomi adaptif dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi digital.

Pembicara kedua, Prof. Madya Ts. Setyawan Widyarto, MSc., PhD (University of Selangor, Malaysia), membawakan materi berjudul “Digital Sustainability for Resilience and Competitive Advantage: From Peripheral Environmental Concern to Core Business Imperative.” Beliau memaparkan bahwa keberlanjutan tidak lagi menjadi isu pinggiran, melainkan kebutuhan fundamental dalam strategi bisnis modern. Melalui penerapan konsep digital sustainability, perusahaan dapat membangun ketahanan jangka panjang sekaligus memperoleh keunggulan kompetitif.

Selanjutnya, Sobirov Bobur Baxtishodovich, Ph.D (Tashkent State University of Economics, Uzbekistan) menyampaikan materi “Fostering Sustainable Tourism: Pathways to Economic Growth and Environmental Preservation.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi apabila dikembangkan dengan prinsip kelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha diperlukan untuk menciptakan pariwisata hijau yang memberikan manfaat ekonomi tanpa merusak ekosistem.

Pembicara keempat, Jackson Ver Steeg, BA, MA, MBA, Ph.D. (University of Wisconsin La Crosse, USA), mengusung gagasan “Beyond Organizational Sensemaking: Community Sensemaking as the Foundation for Sustainable Communities.” Beliau menyoroti bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab organisasi atau perusahaan, tetapi juga dibangun melalui keterlibatan komunitas. Konsep sensemaking berbasis masyarakat memungkinkan penguatan nilai kolektif, mitigasi risiko sosial, dan penciptaan komunitas yang berdaya.

Materi terakhir disampaikan oleh Dr. Salem Mohammad Abdelaziz Salem (Palestine Technical University Kadoorie, Palestine) yang mengangkat tema “AI for Sustainable Transformation: Redefining Economies, Accounting, Management, and Societies in the Digital Age at Business Strategy.” Ia memaparkan bagaimana kecerdasan buatan menjadi katalis transformasi multidisipliner yang mengubah sistem ekonomi, proses akuntansi, manajemen organisasi, hingga struktur sosial. Menurut Dr. Salem, teknologi AI hanya akan memberikan manfaat optimal bila diintegrasikan dengan strategi bisnis yang berorientasi keberlanjutan dan etika.

Rangkaian presentasi para keynote speakers dalam ICONEMBA membuka perspektif baru terkait arah pembangunan ekonomi dan bisnis global di era digital. Konferensi ini diharapkan menjadi momentum pembentukan kolaborasi riset internasional serta mendorong pengembangan strategi inovatif yang mampu menjawab tantangan transformasi digital sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan

Dengan terselenggaranya ICONEMBA 2025, diharapkan terbangun kolaborasi riset yang lebih luas antar peneliti serta tercipta pemahaman baru mengenai strategi penerapan teknologi digital untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.