LAUNCHING DAN TANDA TANGAN MOU PELATIHAN SIA SYARIAH

Kebutuhan akan laporan keuangan rumah sakit yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah sudah sangat mendesak khususnya bagi rumah sakit yang sudah terakreditasi sebagai rumah sakit syariah juga dirasakan perlu bagi rumah sakit yang dimiliki oleh ormas Islam yang bersiap menuju rumah sakit syariah. Terdapat 2 masalah mendasar yang menyebabkan hal itu, yaitu ketiadaan software sistem inforemasi akuntansi syariah dan ketersediaan sumber daya manusia baik dari sisi jumlah maupun kualitasnya.

Untuk mengatasi hal itu FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) Universitas Muhammadiyah Surabaya berusaha menciptakan dan menyediakan SIA (sistem informasi akuntansi) Syariah. Pada hari Jumat 13 November 2020 bertempat di gedung at-Tauhid UMSurabaya lantai 12 diselenggarakan Launching dan penanda-tanganan MOU Pelatihan SIA Syariah. Acara tersebut diselenggarakan secara campuran daring dan luring karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

Launching SIA Syariah dilakukan dengan pengguntingan pita oleh Rektor UMSurabaya, Dr. Dr. Sukadiono, didampingi oleh Ketua IAI Wilayah Jawa Timur Bidang Syariah, Prof. Dr. Nizarul Alim, dan Ketua PLJSIAS (Pusat Layanan Jasa SIA Syariah) Dr. Anna Marina, Ak. Acara dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keputusan Kemenkumham tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Yayasan Pengelola Sistem Informasi Akuntansi Syariah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pengembangan software dan juga sebagai lembaga pelaksana pelatihan SIA Syariah.

SIA Syariah untuk rumah sakit ini telah melalui serangkaian penelitian yang dibiayai Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi / Badan Riset dan Inovasi Negara sejak 2017. FEB UMSurabaya melalui PJLSIAS berhasil menghasilkan purwarupa SIA Syariah yang siap diimplementasikan di beberapa rumah sakit.

Tahun ini, 2020, Tim peneliti dan pengabdi masyarakat dari FEB berhasil mendapat pendanaan juga dari Kemenristekdikti/BRIN untuk melakukan pelatihan SIA Syariah. Ada 7 rumah sakit yang dimiliki oleh ormas Islam yang bersedia untuk mengirim karyawannya untuk mengikuti pelatihan SIA Syariah dimaksud. Tiga dari 7 rumah sakit tersebut termasuk rumah sakit yang telah terakreditasi sebagai rumah sakit syariah di Indonesia. Sedang 4 rumah sakit sisanya telah mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menjalani proses akreditasi rumah sakit syariah salah satu persiapannya adalah berupa penyediaan sumber daya manusia yang faham dan trampil mengoperasikan SIA Syariah.

Pengembangan dan pelatihan SIA Syariah ini melibatkan unsur-unsur teknis dan operasional SIA Syariah yaitu dengan melibatkan secara intens IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) khususnya bidang Syariah dalam hal pengembangan konsep dan pelatihan praktisnya. Lembaga lain yang dilibatkan adalah MUKISI (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia). pelibatan secara intens 2 lembaga tersebut diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang trampil mengoperasikan dan mengembangkan SIA Syariah di Indonesia. Tim Abdimas (pengabdi masyarakat) ini mendapat pendanaan untuk durasi 3 tahun ke depan. Tim ini terdiri dari dosen-dosen lintas fakultas/programstudi, yaitu diketuai oleh Dr. Anna Marina, Ak (FEB/Akuntansi), Dr. Sentot Imam Wahjono (Pascasarjana/MHES), Dr. Warsidi (Pascasarjana/MHES), Sabri Balafif, MT (FT/Teknik Komputer), dibantu oleh Tri Kurniawati (FKIP/PAUD).